Search
Keteladanan Ulama
Renungan Ra Imam
Suara Tretan
Dianiaya Teman Sekelas, Aripin Alami Luka Serius
BANGKALAN, pulau-madura.com. Seorang siswa SMPN I Kamal, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Selasa (9/2), menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh teman sekelasnya.
Identitas korban diketahui bernama Mohammad Zainul Aripin (13) warga Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan. Akibat penganiayaan tersebut, hidung korban mengeluarkan darah dan pelipis kirinya terluka.
Serta kepala korban mengalami memar-memar. Hingga saat ini, korban...
Identitas korban diketahui bernama Mohammad Zainul Aripin (13) warga Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan. Akibat penganiayaan tersebut, hidung korban mengeluarkan darah dan pelipis kirinya terluka.
Serta kepala korban mengalami memar-memar. Hingga saat ini, korban...
Selanjutnya... Add new comment
Madura Terkini
Asik Layani Pelanggan, Pengecer Togel Ditangkap
BANGKALAN, pulau-madura.com. Seorang pengecer judi toto gelap (Togel) berhasil ditangkap oleh kepolisian resort (Polres) Bangkalan, Senin (8/2). Pelaku ditangkap saat melayani pelanggannya di sebuah warung Kampung Junok, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh.
Identitas tersangka diketahui bernama Komaruddin (43) warga Desa Biliporah, Kecamatan Socah, Bangkalan. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti (BB) untuk kepentingan penyelidikan seperti uang sebesar Rp 55 ribu, kertas rekapan, ponsel dan sebuah bolpain warna hitam.
Informasinya, penangkapan tersebut berawal informasi dari masyarakat. Dimana petugas mendapatkan laporan dari warga yang menyebutkan kalau sedang ada transaksi togel di sebuah warung.
Petugas pun langsung terjun ke lokasi untuk mengecek kebenaran laporan tersebut. Setelah sampai di TKP (tempat kejadian perkara) petugas mendapati tersangka sedang melayani pelanggannya. Petugas langsung melakukan penggerebekan.
Para pembeli togel semburat untuk melamatkan diri. Sedangkan tersangka tidak bisa kabur dan berhasil disergap oleh petugas. Tersangka langsung digelandang ke mapolres Bangkalan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Suwarno, membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, kini pihaknya masih memriksa tersangka di ruang penyidik mapolres Bangkalan.
”Sekarang, tersangka menjalani pemeriksaan intensif di ruang penyidik. Hal itu kami lakukan untuk membongkar jaringan togel yang ada di wilayah Bangkalan,” tegasnya.
Menurut Suwarno, pihaknya akan menjerat tersangka dengan pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.
BANGKALAN, pulau-madura.com. Seorang pengecer judi toto gelap (Togel) berhasil ditangkap oleh kepolisian resort (Polres) Bangkalan, Senin (8/2). Pelaku ditangkap saat melayani pelanggannya di sebuah warung Kampung Junok, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh.
Identitas tersangka diketahui bernama Komaruddin (43) warga Desa Biliporah, Kecamatan Socah, Bangkalan. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti (BB) untuk kepentingan penyelidikan seperti uang sebesar Rp 55 ribu, kertas rekapan, ponsel dan sebuah bolpain warna hitam.
Informasinya, penangkapan tersebut berawal informasi dari masyarakat. Dimana petugas mendapatkan laporan dari warga yang menyebutkan kalau sedang ada transaksi togel di sebuah warung.
Petugas pun langsung terjun ke lokasi untuk mengecek kebenaran laporan tersebut. Setelah sampai di TKP (tempat kejadian perkara) petugas mendapati tersangka sedang melayani pelanggannya. Petugas langsung melakukan penggerebekan.
Para pembeli togel semburat untuk melamatkan diri. Sedangkan tersangka tidak bisa kabur dan berhasil disergap oleh petugas. Tersangka langsung digelandang ke mapolres Bangkalan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Suwarno, membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, kini pihaknya masih memriksa tersangka di ruang penyidik mapolres Bangkalan.
”Sekarang, tersangka menjalani pemeriksaan intensif di ruang penyidik. Hal itu kami lakukan untuk membongkar jaringan togel yang ada di wilayah Bangkalan,” tegasnya.
Menurut Suwarno, pihaknya akan menjerat tersangka dengan pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.
Ratusan Pengunjung Padati Pameran Karya Jurnalistik
BANGKALAN, pulau-madura.com. Pameran Karya Jurnalistik dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2010 yang digelar komunitas wartawan bangkalan (KWB) di Pendopo Raden Pratanu, Jalan Soekarno-Hatta, Senin (8/2), dibanjiri pengunjung.
Dalam acara yang dikemas secara sederhana tersebut, menampilkan sekitar 60 foto yang merupakan hasil jepretan rekan-rekan jurnalis Bangkalan. Berbagai tema yang diangkat, mulai dari foto yang mengedepankan human interest, budaya, hingga aktifitas para mitra kerja.
Selain disuguhkan foto jurnalistik, para tamu undangan juga diputarkan karya dokumenter para jurnalis media elektronik, yang sebagian besar merupakan hasil liputan selama tahun 2009 lalu.
Salah satunya berupa momentum Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim ulang, di Kabupaten Bangkalan. Serta beberapa kejadian kriminal yang terjadi di wilayah hukum polres Bangkalan.
Ketua KWB, Moh. Amin, mengatakan, pameran karya jurnalis merupakan salah satu bagian dari acara HPN tahun 2010. Sebelum kegiatan tersebut, sudah dilaksankan acara sepak bola bersama jajaran Polres Bangkalan.
“Masih banyak agenda lain yang belum dilakukan, termasuk olahraga bulu tangkis dengan kalangan dewan. Ini semua dalam rangka HPN,” terang Amin.
Sementara itu, Sekretaris kabupaten Bangkalan, H. Sudarmawan, mengatakan bahwa insan pers yang semakin dewasa, ke depan diharapkan semakin mengedepankan kualitas dalam pemberitaan, tentunya dengan menjunjung tinggi independensi.
“Sebagai mitra kerja, kami berharap kualitas pers ke depan semakin ditingkatkan, terutama dalam penyajian data dan fakta,” ungkapnya.
Sejauh ini, sambung Sudarmawan, kalangan pers tumbuh cukup dinamis dan kritis dalam menyikapi berbagai hal. Salah satunya bisa dilihat dari hasil karya jurnalistik yang dipamerkan.
“Saya nilai secara kualitas sangat layak, namun masih perlu ditingkatkan kembali,” pesanya.
BANGKALAN, pulau-madura.com. Pameran Karya Jurnalistik dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2010 yang digelar komunitas wartawan bangkalan (KWB) di Pendopo Raden Pratanu, Jalan Soekarno-Hatta, Senin (8/2), dibanjiri pengunjung.
Dalam acara yang dikemas secara sederhana tersebut, menampilkan sekitar 60 foto yang merupakan hasil jepretan rekan-rekan jurnalis Bangkalan. Berbagai tema yang diangkat, mulai dari foto yang mengedepankan human interest, budaya, hingga aktifitas para mitra kerja.
Selain disuguhkan foto jurnalistik, para tamu undangan juga diputarkan karya dokumenter para jurnalis media elektronik, yang sebagian besar merupakan hasil liputan selama tahun 2009 lalu.
Salah satunya berupa momentum Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim ulang, di Kabupaten Bangkalan. Serta beberapa kejadian kriminal yang terjadi di wilayah hukum polres Bangkalan.
Ketua KWB, Moh. Amin, mengatakan, pameran karya jurnalis merupakan salah satu bagian dari acara HPN tahun 2010. Sebelum kegiatan tersebut, sudah dilaksankan acara sepak bola bersama jajaran Polres Bangkalan.
“Masih banyak agenda lain yang belum dilakukan, termasuk olahraga bulu tangkis dengan kalangan dewan. Ini semua dalam rangka HPN,” terang Amin.
Sementara itu, Sekretaris kabupaten Bangkalan, H. Sudarmawan, mengatakan bahwa insan pers yang semakin dewasa, ke depan diharapkan semakin mengedepankan kualitas dalam pemberitaan, tentunya dengan menjunjung tinggi independensi.
“Sebagai mitra kerja, kami berharap kualitas pers ke depan semakin ditingkatkan, terutama dalam penyajian data dan fakta,” ungkapnya.
Sejauh ini, sambung Sudarmawan, kalangan pers tumbuh cukup dinamis dan kritis dalam menyikapi berbagai hal. Salah satunya bisa dilihat dari hasil karya jurnalistik yang dipamerkan.
“Saya nilai secara kualitas sangat layak, namun masih perlu ditingkatkan kembali,” pesanya.
Musim Penghujan, Pendapatan Pasar Hewan Menurun
BANGKALAN, pulau-madura.com. Memasuki musim penghujan, para pengelola pasar hewan di Kabupaten Bangkalan, mengaku pendapatannya menurun hingga sebesar 25 persen.
“Yang kami takutkan jika memasuki musim penghujan seperti sekarang ini,” terang Kepala Pasar Petrah, Kecamatan Tanah Merah, Mohammad Syamsul, pada wartawan saat dijumpai di kantornya, Sabtu (6/2).
Syamsul menjelaskan, jika musim kemarau jumlah sapi yang datang ke pasar petrah mencapai 800 ekor setiap hari pasaran yakni Sabtu. Dimana setiap ekor dikarcis sebesar Rp 10.000.
“Namun, kalau musim penghujan sapi yang dibawa pedagang kesini hanya sekitar 500 sampai 600 ekor atau menurun sekitar 25 persen,” ucapnya.
Bahkan, sambung Syamsul, pihaknya pernah tidak mendapatkan pemasukan sama sekali dari pasar hewan tersebut. Sebab, pada saat itu hujan berturut-turut selama tiga hari.
“Kejadiannnya sekitar beberapa tahun lalu, tidak ada pedagang sapi yang datang ke pasar untuk menjual hewan peliharaannya. Secara otomatis tidak ada pemasukan dari pasar hewan,” urainya.
Disamping faktor cuaca, sambung Syamsul, yang mempengaruhi ramainya hewan yang datang ke pasar juga disebabkan hari besar. Pasalnya, jika menjelang Hari Raya Idul Adha, jumlah pedagang sapi yang datang ke pasar meningkat hingga 100 persen.
“Itu hanya terjadi saat menjelang lebaran kurban saja, sementara ketika menjelang lebaran idul fitri tidak ada lonjakan secara signifikan,” urainya.
Syamsul menambahkan, target pasar petrah yang dipatok oleh pemkab Bangkalan untuk pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 647 juta dalam setahun.
“Kalau soal memenuhi target atau tidak ya apa kata nanti, tapi yang jelas kita sebagai manusia harus berupaya. Bila dilihat dari sebelumnya, taget yang dipatok selalu tercapai,” paparnya.
BANGKALAN, pulau-madura.com. Memasuki musim penghujan, para pengelola pasar hewan di Kabupaten Bangkalan, mengaku pendapatannya menurun hingga sebesar 25 persen.
“Yang kami takutkan jika memasuki musim penghujan seperti sekarang ini,” terang Kepala Pasar Petrah, Kecamatan Tanah Merah, Mohammad Syamsul, pada wartawan saat dijumpai di kantornya, Sabtu (6/2).
Syamsul menjelaskan, jika musim kemarau jumlah sapi yang datang ke pasar petrah mencapai 800 ekor setiap hari pasaran yakni Sabtu. Dimana setiap ekor dikarcis sebesar Rp 10.000.
“Namun, kalau musim penghujan sapi yang dibawa pedagang kesini hanya sekitar 500 sampai 600 ekor atau menurun sekitar 25 persen,” ucapnya.
Bahkan, sambung Syamsul, pihaknya pernah tidak mendapatkan pemasukan sama sekali dari pasar hewan tersebut. Sebab, pada saat itu hujan berturut-turut selama tiga hari.
“Kejadiannnya sekitar beberapa tahun lalu, tidak ada pedagang sapi yang datang ke pasar untuk menjual hewan peliharaannya. Secara otomatis tidak ada pemasukan dari pasar hewan,” urainya.
Disamping faktor cuaca, sambung Syamsul, yang mempengaruhi ramainya hewan yang datang ke pasar juga disebabkan hari besar. Pasalnya, jika menjelang Hari Raya Idul Adha, jumlah pedagang sapi yang datang ke pasar meningkat hingga 100 persen.
“Itu hanya terjadi saat menjelang lebaran kurban saja, sementara ketika menjelang lebaran idul fitri tidak ada lonjakan secara signifikan,” urainya.
Syamsul menambahkan, target pasar petrah yang dipatok oleh pemkab Bangkalan untuk pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 647 juta dalam setahun.
“Kalau soal memenuhi target atau tidak ya apa kata nanti, tapi yang jelas kita sebagai manusia harus berupaya. Bila dilihat dari sebelumnya, taget yang dipatok selalu tercapai,” paparnya.
Belasan Siswa SMP Terbuka Ikuti Kelas Reguler
BANGKALAN, pulau-madura.com. Sebanyak 17 siswa SMP terbuka di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Sabtu (6/2), mengikuti kelas reguler di SMPN I Tanah Merah.
Mereka disebar di lima ruang kelas IX SMPN setempat. Setiap ruang kelas diisi tiga sampai empat siswa SMP terbuka.
Kepala sekolah (Kasek) SMPN I Tanah Merah, H Anwari Anwar, mengatakan, siswa SMP terbuka yang mengikuti reguler hanya kelas IX. Sedangkan untuk kelas VII dan VIII tidak ikut reguler.
“Siswa SMP terbuka yang ikut reguler hanya kelas IX saja. Sementara kelas VII dan VIII masuk dua kali dalam seminggu,” terang Anwari pada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurut Anwari, ketujuh belas siswa SMP terbuka tersebut diikutkan dalam kelas reguler karena menjelang ujian nasional (Unas). Supaya dalam pelaksanaan unas mereka bisa menjawab soal-soalnya.
“Kalau masih masuk dua kali dalam seminggu, kan kasihan. Saya khawatir mereka akan ketinggalan pelajaran dengan yang reguler,” ucapnya.
Anwari menjelaskan, pihaknya juga mengikutkan siswa SMP terbuka dalam program bimbingan belajar (bimbel) seperti halnya pelajar SMP yang reguler.
“Ini merupakan salah satu bentuk upaya dari kami agar tidak ada diskrimasi antara siswa reguler dengan SMP terbuka,” urainya.
Anwari menambahkan, natinya ijazah yang mereka dapat tidak ada perbedaan antara siswa SMP terbuka dengan reguler. Mereka dapat melanjutkan ke SMA favorit seperti SMAN I Bangkalan, SMAN 2 Bangkalan dan SMKN 2 Bangkalan.
“Sebab, ijazahnya yang menandatangani adalah saya. Tapi, itu tergantung dari nilai ujian murni (NUM) masing-masing siswa, kalau tinggi ya diterima oleh sekolah favoriot, jika tidak nututi, ya nggak diterima,” paparnya.
BANGKALAN, pulau-madura.com. Sebanyak 17 siswa SMP terbuka di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Sabtu (6/2), mengikuti kelas reguler di SMPN I Tanah Merah.
Mereka disebar di lima ruang kelas IX SMPN setempat. Setiap ruang kelas diisi tiga sampai empat siswa SMP terbuka.
Kepala sekolah (Kasek) SMPN I Tanah Merah, H Anwari Anwar, mengatakan, siswa SMP terbuka yang mengikuti reguler hanya kelas IX. Sedangkan untuk kelas VII dan VIII tidak ikut reguler.
“Siswa SMP terbuka yang ikut reguler hanya kelas IX saja. Sementara kelas VII dan VIII masuk dua kali dalam seminggu,” terang Anwari pada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurut Anwari, ketujuh belas siswa SMP terbuka tersebut diikutkan dalam kelas reguler karena menjelang ujian nasional (Unas). Supaya dalam pelaksanaan unas mereka bisa menjawab soal-soalnya.
“Kalau masih masuk dua kali dalam seminggu, kan kasihan. Saya khawatir mereka akan ketinggalan pelajaran dengan yang reguler,” ucapnya.
Anwari menjelaskan, pihaknya juga mengikutkan siswa SMP terbuka dalam program bimbingan belajar (bimbel) seperti halnya pelajar SMP yang reguler.
“Ini merupakan salah satu bentuk upaya dari kami agar tidak ada diskrimasi antara siswa reguler dengan SMP terbuka,” urainya.
Anwari menambahkan, natinya ijazah yang mereka dapat tidak ada perbedaan antara siswa SMP terbuka dengan reguler. Mereka dapat melanjutkan ke SMA favorit seperti SMAN I Bangkalan, SMAN 2 Bangkalan dan SMKN 2 Bangkalan.
“Sebab, ijazahnya yang menandatangani adalah saya. Tapi, itu tergantung dari nilai ujian murni (NUM) masing-masing siswa, kalau tinggi ya diterima oleh sekolah favoriot, jika tidak nututi, ya nggak diterima,” paparnya.
Ribuan Ruang Kelas SD di Sumenep Rusak
SUMENEP, pulau-madura.com. Sebanyak 1.858 ruang kelas sekolah dasar (SD) di wilayah Kabupaten Sumenep, rusak. Ironisnya, dalam anggaran 2010 hanya mampu merehab 14 SD.
“Dari data yang ada disini, sebanyak 1858 ruang kelas SD rusak,” terang Kepala seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana SD/SDLB Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Zainal Arifin, Jumat (5/2).
Zainal menjelaskan, total ruang kelas SD di Kabupaten Sumenep berjumlah 2.969 buah. Sebanyak 1.858 ruang berada dalam kondisi rusak. Dimana rinciannya, sebanyak 963 ruang kelas masuk kategori rusak berat.
“Sedangkan 616 ruang kelas rusak sedang dan 279 ruang kelas alami rusak ringan. Sementara sisanya sebanyak 1.036 ruang kelas kondisinya bagus,” terangnya.
Menurut Zainal, pihaknya tidak bisa merehab ribuan ruang kelas rusak tersebut. Pasalnya, dana yang ada tidak mencukupi. Akhirnya, hanya 14 SD yang rusng kelasnya direhap dalam tahun 2010.
“Karena anggarannya minim, jadi yang direhap 14 SD. Sementara untuk sisanya, menyusul dalam anggaran tahun berikutnya,” ucapnya.
Disamping itu, sambung Zainal, kondisi tersebut masih diperparah dengan berubahnya aturan yang menyatakan dana alokasi khusus (DAK) tidak bisa dipakai untuk rehab gedung sekolah.
“Melainkan DAK diarahkan untuk perpustakaan dan peningkatan mutu. Padahal pada tahun sebelumnya, DAK untuk rehab gedung sekolah,” paparnya.
Zainal menambahkan, dana yang tersedia di Disdik Sumenep hanya Rp 1,4 miliar. Itupun masih dibagi dengan unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Disdik yang ada di tiap kecamatan.
“Sehingga setiap sekolah yang melakukan rehab gedung tahun ini mendapatkan jatah Rp 50 juta. Begitu juga dengan UPTD yang masing-masing mendapatkan jatah Rp 50 juta,” urainya.
SUMENEP, pulau-madura.com. Sebanyak 1.858 ruang kelas sekolah dasar (SD) di wilayah Kabupaten Sumenep, rusak. Ironisnya, dalam anggaran 2010 hanya mampu merehab 14 SD.
“Dari data yang ada disini, sebanyak 1858 ruang kelas SD rusak,” terang Kepala seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana SD/SDLB Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Zainal Arifin, Jumat (5/2).
Zainal menjelaskan, total ruang kelas SD di Kabupaten Sumenep berjumlah 2.969 buah. Sebanyak 1.858 ruang berada dalam kondisi rusak. Dimana rinciannya, sebanyak 963 ruang kelas masuk kategori rusak berat.
“Sedangkan 616 ruang kelas rusak sedang dan 279 ruang kelas alami rusak ringan. Sementara sisanya sebanyak 1.036 ruang kelas kondisinya bagus,” terangnya.
Menurut Zainal, pihaknya tidak bisa merehab ribuan ruang kelas rusak tersebut. Pasalnya, dana yang ada tidak mencukupi. Akhirnya, hanya 14 SD yang rusng kelasnya direhap dalam tahun 2010.
“Karena anggarannya minim, jadi yang direhap 14 SD. Sementara untuk sisanya, menyusul dalam anggaran tahun berikutnya,” ucapnya.
Disamping itu, sambung Zainal, kondisi tersebut masih diperparah dengan berubahnya aturan yang menyatakan dana alokasi khusus (DAK) tidak bisa dipakai untuk rehab gedung sekolah.
“Melainkan DAK diarahkan untuk perpustakaan dan peningkatan mutu. Padahal pada tahun sebelumnya, DAK untuk rehab gedung sekolah,” paparnya.
Zainal menambahkan, dana yang tersedia di Disdik Sumenep hanya Rp 1,4 miliar. Itupun masih dibagi dengan unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Disdik yang ada di tiap kecamatan.
“Sehingga setiap sekolah yang melakukan rehab gedung tahun ini mendapatkan jatah Rp 50 juta. Begitu juga dengan UPTD yang masing-masing mendapatkan jatah Rp 50 juta,” urainya.
Galeri Foto Madura
Anda Pengunjung Ke






![]() | Hari Ini | 451 |
![]() | Kemarin | 486 |
![]() | Minggu Ini | 1964 |
![]() | Minggu lalu | 4447 |
![]() | Bulan ini | 5872 |
![]() | Bulan Lalu | 52964 |
![]() | Seluruhnya | 75268 |
We have: 1 guests, 1 bots online
Your IP: 125.164.4.19
Firefox 3.5.5, Windows
Today: Feb 09, 2010
Your IP: 125.164.4.19
Firefox 3.5.5, Windows
Today: Feb 09, 2010
Pendapat Tretan
Galeri Foto Madura
Komentar Terakhir
JEMBATAN
Inilah Ikon Baru Propinsi Jawa timur khususnya pul... selanjutnya
27.01.10 22:54
oleh : RACHMAD BUDIYONO DBS
Makam Keturunan Raja Sumenep M...
Mungkin ini Gejala Alam yang perlu digaris bawahi,... selanjutnya
27.01.10 22:43
oleh : RACHMAD BUDIYONO DBS








