Makam Keturunan Raja Sumenep Meledak
SUMENEP, pulau-madura.com. Sebuah Makam di Pendopo Asta Tinggi, Desa Kebonagung, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Selasa (19/1) malam, diguncang ledakan yang bunyinya terdengar hingga radius satu kilometer (km).
Warga setempat yang medengar ledakan tersebut berusaha mencari asalnya. Bahkan, warga mengira bunyi ledakan berasal dari petasan mainan anak-anak. Rupanya ledakan ini berasal dari makam almarhumah Hj. R. Ajeng Salmah binti kiai RB Abdul Latif.
Juru kunci Asta Tinggi, Slamet Ready, mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab ledakan di makam salah satu keturunan raja ke-13 dari Paku Nata Ningrat yang memerintah tahun 1879-1901 itu.
“Kami tidak tahu kenapa ledakan tersebut terjadi. Dan kami menilai ledakan ini masuk kategori ghaib,” terang Slamet pada wartawan di pendopo Asta Tinggi, Rabu (20/1).
Slamet menjelaskan, adanya bunyi ledakan baru pertama kali terjadi di areal pendopo Asta Tinggi. Ia mengaku, awalnya ledakan diperkirakan dari petasan. Namun, di sekitar lokasi tidak ditemukan asap maupun sobekan kertas.
“Setelah dicek di lokasi, ternyata bunyi ledakan berasal dari salah satu makam yang ada di Asta Tinggi,” ucapnya.
Slamet menambahkan, akibat dari ledakan itu kondisi makam di bagian tengah terlihat mencuat keluar. Menurutnya, almarhumah semasa hidup dikenal sebagai guru ngaji. Almarhumah lahir di Sumenep, 5 Mei 1941 dan wafat di Surabaya 21 Oktober 2001.















HEADER
regards,
salam Hangat
RSS